Tukang Ojek dan Sopir di Papua Menggunakan Nakorba Untuk Stamina?

Tersangka MA dan MF bersama barang bukti sabu-sabu saat diamankan di Mapolres Jayawijaya. Foto: ANTARA/Marius Frisson Yewun

Dua tersangka pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu berhasil ditanggkap Polres Jayawijaya, Papua.

Dari pengakuan para tersangka, kemungkinan ada beberapa oknum pengojek dan sopir antarkabupaten di wilayah pegunungan Tengah Papua menggunakan sabu-sabu untuk meningkatkan fisik untuk mendukung aktivitas mereka.

Kasat Narkoba Polres Jayawijaya, Iptu Fred Lamahan saat di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan pengakuan dua tersangka menjelaskan bahwa pelanggan mereka banyak dari kalangan pengojek dan sopir.

"Dari pengakuan tersangka MA dan MF, pelanggan mereka rata-rata adalah tukang ojek dan sopir. Mereka menggunakan nakorba untuk meningkatkan kekuatan fisiknya dalam melakukan pekerjaan sehari-hari," katanya.

Kedua tersangka (MA dan MF) yang ditangkap bersama barang bukti sabu-sabu seberat 21,59 gram dan 7,27 gram mengaku memasarkan narkoba ke Kabupaten Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo dan Puncak Jaya.

"Di mana kabupaten ini yang ada rekanan dari dua tersangka ini, selain mereka gunakan sendiri," katanya.

Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mendapatkan tersangka lain yang menggunakan barang terlarang itu.

Dua tersangka membeli sabu-sabu dari Bangkalan Madura, Jawa dan dikirim melalui penerbangan ke Jayawijaya.

"Tersangka mendapatkan sabu dari Madura dan hanya bertransaksi via telpon dan online sehingga dikirim ke Wamena," katanya.

sumber: https://bit.ly/3goeapN