Cara Menasehati yang Ampuh

Tips

Ilstrasi

Penulis:Bearita.com

Kita tentu berharap nasehat yang kita berikan dapat diterima oleh orang lain tanpa melalui pertentangan. Namun kenyataannya tidak semua nasehat bisa diterima. Lalu, bagaimana cara menasehati yang ampuh agar mudah diterima?

Bearita.com - Apakah kita pernah menasehati adik, teman, atau klien kita namun gagal? Nasehat yang kita berikan seakan tidak didengar atau bahkan di tolak mentah-mentah karena mereka merasa digurui oleh kita?

Jika hal itu pernah terjadi, sebaiknya perlu mengoreksi apakah cara menasehati kita sudah melewati pendekatan yang baik? Cara menasehati yang ampuh yang dapat kita coba adalah dengan melakukan Metode Socrates.

Bagaimana metode Socrates itu? Metode ini memberikan cara yang ampuh agar nasehat kita bisa diterima tanpa paksaan. Ini adalah cara menasehati ampuh yang sederhana namun seringkali diabaikan.

Metode socrates adalah metode yang mana kita harus terlebih dahulu berada di posisi orang tersebut. Jangan pernah memulai menasehati orang lain sesuai keinginan kita secara frontal, yang mana akan meberikan kelanjutan pembicaraan menjadi perdebatan hingga bisa menimbulkan jawaban dari lawan bicara dengan kata "tidak".

Jika kata "tidak" ini telah dilontarkan oleh lawan bicara kita, maka akan kecil kemungkinan nasehat diterima.

Mulailah menasehati dengan cara dialek untuk membengkokan pandangannya pelan-pelan. Tujuan kita adalah mendapatkan "ya" dari orang lain. Karenanya mulailah setuju dengannya. Lalu perlahan mulai membimbing keyakinan orang lain ke titik dia merasa puas dengan hal yang telah didiskusikan dengan kita.

Contoh cara menasehati yang ampuh dapat dimulai seperti ini,

"kedatangan anda dalam ruangan ini saya yakin bahwa untuk mendapatkan  …….. , Bukankah begitu?" atau "saya telah menghasilkan puluhan juta dari penjualan ini, bukankah anda juga ingin seperti itu?"

Spontan orang lain akan menjawab "ya" dari pendekatan seperti ini. Inilah yang dimaksud dengan cara menasehati metode socrates.

Setelah "ya" lawan bicara kita genggam, itulah saatnya menyampaikan nasehat kita. Contoh lainnya : 

Seorang teller bank kedatangan calon nasabah yang ingin membuka rekening di Bank tersebut. Semuanya berjalan lancar. Sampai pada saat pengisian formulir, calon nasabah itu tidak ingin mengisi data mengenai keluarganya baik dari orang tua dan saudaranya, mungkin karena suatu alasan tertentu.

Tentu data formulir sesingkat itu, teller bank tidak akan bisa melanjutkan prosesnya bukan? Namun apakah teller spontan menegurnya dan menyuruhnya untuk mengisi? Tentu tidak.

Cara menasehati yang ampuh untuk situasi seperti ini adalah teller menanyakan data yang dikosongi dengan cara seperti ini,

"mengenai data keluarga anda, ketika anda wafat nanti apakah anda tidak ingin jika uang di rekening anda diserahkan kepada keluarga yang bersangkutan dengan anda?"

Dengan segera calon nasabah menjawab "Ya, tentu saja"

"Jadi, bukankah itu ide yang bagus bila anda mengisi data mengenai keluarga anda?"

Sekali lagi calon nasabah menjawab dengan "Ya, itu ide yang bagus"

Dengan pendekatan "Ya" ini, sikap calon nasabah segera melembut dan pemahamannya akan terbuka tanpa merasa dipaksa atau digurui. Kemudian akan memberikan segala informasi terkait rekeningnya dan mengisikan nama ibunya sebagai ahli warisnya. 

Inilah cara menasehati yang ampuh kepada orang lain yang jarang kita lakukan.

 

source :quora

 

Terkait
Sumber Referensi Cerdas | Beragam Informasi Unik dan Berani
Copyright ©2024 bearita.com All Rights Reserved