Apa Sajakah Kesalahan Fresh Graduate?

Tips

ilustrasi

Penulis:Bearita.com

Apakah kamu pernah punya pengalaman gagal dalam seleksi perekrutan menjadi karyawan di sebuah perusahaan? Atau belum menerima panggilan kerja sedangkan CV sudah dikirim beberapa bulan yang lalu?

Sedikit menyadarkan kita bahwa dimasa Pandemi ini lonjakan pengangguran meningkat pesat. Banyak orang yang telah kehilangan pekerjaannya. Itu artinya semakin banyak pula pesaing bagi "Fresh Graduate" untuk merebutkan posisi pekerjaan.

Namun beberapa hal penting ini sering kali kurang diperhatikan oleh Fresh Graduate ketika ingin mendapatkan pekerjaan. Berikut ini kesalahan yang sering dilakukan.

  1. CV atau Resume yang Hanya Berisi Opini. CV yang menarik bukanlah dilihat dari cara kamu mendisain CV, namun  lebih kepada isi dan informasi kongkrit seperti profile, pengalaman kerja (working experience), achievement, dan sertefikasi keahlian. Kesalahan terbesar pelamar adalah mengisi CV dengan kalimat opini, seperti contoh " saya adalah orang yang tepat waktu" atau " saya sangat senang bekerja secara team". Informasi seperti ini biasanya kurang menarik perhatian HR (Human Resource).
  2. Terlalu Idealis. Yang harus kita sadari sebagai fresh graduate adalah kita belum memiliki pengalaman kerja ataupun value sama sekali. Oleh sebab itu jika ada peluang ataupun tawaran yang diberikan dari perusahaan, walaupun merasa itu bukan "passion" kita, ada baiknya terima saja terlebih dahulu untuk menambah pengalaman dan values diri. Perlu diingat, setinggi apapun IPK kita, atau lulus dari Universitas ternama sekalipun bukanlah jaminan akan diterima bekerja. Jadi jangan pernah menyia-nyiakan peluang yang ada. Selagi pekerjaan tersebut mampu meningkatkan skill dan kompetensi mu, itu adalah hal yang sangat baik untuk dicoba.
  3. Tidak Disiplin. Baik di dunia kerja ataupun bisnis, komitmen terhadap waktu adalah prioritas penting. Jangan pernah telat datang ke agenda interview yang sudah disepakati atau telat mengirim persyaratan recruitment walaupun itu melalui email.
  4. Kurangnya Skills dan Knowledge. Daripada habiskan waktumu dengan bermain game online, lebih baik mendaftar dan mengikuti kursus bahasa untuk meningkatkan salah satu keterampilan bahasamu. Atau bisa juga mengikuti pelatihan-pelatihan lainnya untuk mendukung nilai lebih CV-mu. Sebab CV yang menambahkan satu atau dua keahlian akan cepat dilirik oleh HR (Human Resource).
  5. Selesai Kuliah Merasa kelelahan dan Ingin Bersantai Sejenak. Ini adalah pola pikir yang kurang tepat, perencanaan karir sebaiknya dipikirkan sebelum lulus kuliah. Mempersiapkan apa  passion kita, menambah skill kita dan bidang pekerjaan apa yang akan kita pilih nantinya itu sangat penting, sehingga saat lulus kita telah siap untuk berkompetisi dengan pencari kerja lainnya.
  6. Mudah Menyerah Dengan Kegagalan.  Jika kali ini CV mu tidak direspon atau bahkan ditolak, ini bukanlah akhir. Semakin sering kita mengalami penolakan maka kita akan semakin tau dimana harus berbenah.  Terus memperbaiki diri dan meningkatkan skill mu lalu mencoba lagi.

Untuk informasi tambahan, berdasarkan data BPS jumlah sarjana yang menganggur per Februari 2021 sebanyak 999.543 orang. Sedangkan untuk total keseluruhan penganggur di Indonesia adalah 8.746.008 orang. Jumlah ini meningkat 26,3% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Sangat banyak bukan? Semoga ini dapat menguatkan semangatmu untuk terus mengasah diri dan meningkatkan kualitas kompetensi mu.

 

 

Terkait
Sumber Referensi Cerdas | Beragam Informasi Unik dan Berani
Copyright ©2024 bearita.com All Rights Reserved